LATAR BELAKANG
IP Address memiliki dua versi yaitu IP Address versi 4 (IPv4) dan IP Address versi 6 (IPv6). Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu untuk memberikan identitas atau alamat pada perangkat yang terhubung ke jaringan. Tapi diantara keduanya, tetap memiliki perbedaan. Maka dari itulah artikel ini dibuat untuk menjelaskan keduanya dengan jelas dan secara sederhana.
ALAT & BAHAN
Perangkat Lunak: Sistem operasi windows.
Perangkat Keras: Laptop, Smartphone, Kabel LAN, Router.
KALIAN TAU NGGA APA ITU IPv4?
IP version 4 atau IPv4 adalah IP versi pertama dari IP address yang paling banyak digunakan sampai sekarang.
Cara Kerja & Karakteristik:
- Sistem Pengiriman: IPv4 fokus mengirimkan data secepat mungkin. Namun, karena beban internet yang padat, terkadang bisa terjadi lag atau gangguan koneksi.
- Tanpa Koneksi: IPv4 ini langsung mengirimkan data tanpa mengecek terlebih dahulu apakah perangkat tujuan sudah siap. Jika ada satu jalur macet, IPv4 bisa mencari jalan alternatif lain agar data tetap sampai.
- Format Alamat: IPv4 menggunakan deretan angka 32-bit yang ditulis dalam 4 kelompok angka (0–255), misalnya: 192.168.1.10
- Kapasitas Terbatas: IPv4 hanya tersedia sekitar 4,3 miliar alamat. Karena jumlah pengguna internet sekarang jauh lebih banyak dari angka tersebut, persediaan alamat IPv4 pun semakin menipis.
KALIAN TAU NGGA APA ITU IPv6?
IP versi 6 atau IPv6 adalah IP address versi terbaru dari IP address yang diciptakan untuk menggantikan IPv4. Karena jumlah pengguna perangkat di dunia semakin banyak, IPv6 ini lah yang akan memberikan solusi agar semua perangkat di masa depan bisa mendapatkan identitas atau alamat uniknya sendiri.
Keunggulan dan Karakteristik:
- Kapasitas Besar: Menggunakan sistem 128-bit yang mampu menyediakan alamat hampir tak terbatas (sekitar 340 undecillion). Angka ini jauh lebih besar dibanding IPv4.
- Format Alamat: Menggabungkan angka dan huruf dalam 8 kelompok yang dipisahkan oleh titik dua. Misalnya: 2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF
- Lebih Cepat & Efisien: Memiliki struktur informasi (header) yang lebih ringkas, sehingga data bisa diproses lebih cepat oleh perangkat jaringan.
- Koneksi Langsung: IPv6 memungkinkan perangkat saling terhubung secara langsung tanpa perlu penerjemah tambahan (NAT). Hal ini membuat layanan seperti telepon internet (VoIP) dan video call menjadi lebih lancar dan stabil.
IMPLEMENTASI IPv4 DAN IPv6
Implementasi Sederhana IPv4:
- Penerapan di Rumah: Ketika kita menghubungkan HP kita ke Wi-Fi di rumah kita, Router akan memberikan alamat IPv4 otomatis ke HP kita melalui system DHCP. Sistem DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protocol yang digunakan untuk mendistribusikan IP Address pada jaringan computer secara dinamis. Maka dari itulah kita tidak perlu konfigurasi secara manual.
- Analogi Identitas:Internet hanya mengenali alamat gedung hotel dan nomor telepon pusat (IP Publik). Tamu di dalam kamar memiliki nomor kamar (IP Privat), tetapi orang luar tidak bisa menelepon langsung ke kamar tersebut. Telepon harus melalui resepsionis (Router/NAT) yang akan menyambungkan kabel ke kamar yang dituju.
Implementasi Sederhana IPv6:
- Penerapan pada Perangkat Modern: Saat ini ISP seperti Indihome atau Telkomsel sudah mulai memberikan alamat IPv6 secara otomatis ke modem kita. Perangkat modern biasanya menjalankan Dual-Stack, yaitu menggunakan IPv4 dan IPv6 secara bersamaan.
- Analogi Identitas: Setiap penghuni memiliki nomor telepon pribadi yang unik yang terdaftar secara global. Siapa pun dari luar bisa langsung menghubungi penghuni tanpa harus melewati resepsionis.
CARA CEK IPv4 DAN IPv6
Melalui Command Prompt (CMD):
- Tekan tombol Windows + R, ketik cmd, lalu tekan Enter.
- Ketik perintah "ipconfig" dan tekan Enter.
- Cari baris bertuliskan IPv4 Address (biasanya angka seperti 192.168.x.x) dan IPv6 Address (gabungan angka dan huruf yang panjang).
MANA YANG HARUS KITA GUNAKAN?
- Untuk Pengguna Rumahan/Umum: Gunakan sistem Dual-Stack (mengaktifkan keduanya). Perangkat kita akan otomatis menggunakan IPv6 jika tersedia untuk kecepatan maksimal, dan beralih ke IPv4 jika website yang dibuka masih versi lama.
- Untuk Perusahaan/Teknisi: Mulailah berpindah ke IPv6 untuk memastikan jaringan kita siap menghadapi masa depan di mana alamat IPv4 akan semakin mahal dan langka. Apalagi untuk perusahaan yang memiliki pengguna yang sangat banayak, IPv6 ini cocok digunakan.
KESIMPULAN
IPv4 dan IPv6 memiliki peran yang sama sebagai identitas perangkat, namun dengan keunggulan yang berbeda. Meskipun IPv4 masih menjadi standar yang paling banyak digunakan saat ini, keterbatasan jumlah alamatnya membuat IPv6 hadir sebagai solusi masa depan.
Dengan kapasitas yang hampir tak terbatas, struktur yang lebih efisien, dan kemampuan koneksi langsung tanpa perantara (NAT), IPv6 menjamin internet yang lebih cepat dan stabil bagi miliaran perangkat baru di masa depan. Penggunaan sistem Dual-Stack saat ini menjadi jembatan terbaik agar kita tetap bisa terhubung secara luas sambil perlahan beralih ke teknologi yang lebih modern.
DAFTAR PUSTAKA
.png)
