LATAR BELAKANG
Setiap perangkat yang terhubung ke internet membutuhkan alamat IP Address untuk saling berkomunikasi. Tetapi tidak semua perangkat membutuhkan kebutuhan yang sama. Ada yang cukup mendapatkan alamat sementara untuk keamanan dan efisiensi, dan ada juga perangkat yang wajib memiliki alamat tetap agar selalu bisa diakses di mana saja. Maka dari itulah artikel ini dibuat untuk menjelaskan mengenai IP statis dan dinamis.
ALAT DAN BAHAN
Perangkat Lunak: Sistem operasi windows
Perangkat Keras: Laptop
- IP Statis: IP statis adalah alamat IP yang tidak dapat berubah-ubah atau tetap. Biasanya dikonfigurasi manual oleh admin jaringan.
- IP Dinamis: IP dinamis adalah alamat IP yang bisa berubah-ubah ketika ada perangkat lain yang masuk. Cara mendapatkannya adalah diberikan otomatis oleh ISP saat perangkat kalian terhubung internet.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
➡Kelebihan dan Kekurangan IP Statis
Kelebihan:
- Memudahkan ketika mengakses perangkat dari jarak jauh karena alamatnya selalu sama.
- Memiliki koneksi yang lebih stabil ketika mengirim data yang besar karena minim dari gangguan teknis.
- Membantu bisnis memberikan konten yang sesuai dengan lokasi pengguna secara tepat.
Kekurangan:
- Karena alamat yang tidak pernah berubah menjadikannya lebih mudah dilacak. Hacker akan lebih mudah melacak dan meretas alamat kita ibaratkan pencuri yang sudah hafal dengan alamat rumah kita.
- Bianya lebih mahal karena biasanya ada biaya tambahan dari ISP karena alamat ini dianggap eksklusif.
- Memperlukan konfigurasi manual.
➡Kelebihan dan Kekurangan IP Dinamis
Kelebihan:
- Lebih aman karena IP selalu berubah, perangkat jadi lebih sulit dilacak oleh hacker.
- Konfigurasi otomatis oleh server DHCP sehingga memudahkan pengguna untuk tidak perlu konfigurasi manual.
- Lebih murah karena diberikan oleh ISP secara default.
Kekurangan:
- Dikarenakan alamat IP yang berubah-ubah menjadikan kesulitan untuk mengakses jarak jauh ke jaringan.
- Tidak cocok bagi orang yang aktivitas online nya membutuhkan banyak data seperti bermain game online karena sering terjadi gangguan dan masalah koneksi.
- Karena IP ini sering dibagikan secara bergantian antar pengguna di satu wilayah, data lokasi yang terdeteksi oleh website kurang akurat.
KAPAN KITA PAKAI IP STATIS ATAU DINAMIS?
➡Kapan kita memakai IP statis?
Menggunakan IP statis ketika perangkat kita sebagai tujuan yang harus selalu bisa ditemukan atau diakses di lokasi yang sama oleh perangkat lain.
➡Analogi sederhana:
Misal rumah kita terjadi kebakaran, kita menghubungi pemadam kebakaran dengan nomor (113). Nah nomor itu tidak boleh berubah-ubah karena jika nomor itu setiap hari berubah-ubah maka orang yang membutuhkan bantuan akan sulit menghubungi mereka.
➡Contoh penggunaan:
- Server Game: Agar kita selalu tahu ke mana harus terhubung.
- CCTV: Agar kita bisa memantau rumah dari HP saat berada di luar kota tanpa kehilangan koneksi.
➡Kapan kita memakai IP dinamis?
Menggunakan IP dinamis ketika kita menggunakan internet sehari-hari dimana perangkat kita hanya meminta data dan tidak perlu diakses orang lain secara terus menerus.
➡Analogi sederhana:
Misalnya kita pergi ke mall, kita parkir di tempat yang kosong. Hari ini parkir di blok B2, terus besoknya parkir di blok CO2. Kita tidak mementingkan mau parkir di mana saja yang penting kendaraan kita bisa parkir dan kita bisa masuk mall.
Nah seperti itu juga IP dinamis di laptop kita Ketika ada banyak perangkat yang masuk. Misal hari ini 192.168.1.10, lalu besoknya menjadi 192.168.1.15
➡Contoh penggunaan:
- Smartphone & Laptop: Saat kita terhubung ke Wi-Fi kantor atau rumah.
- Browsing Internet: Saat kita hanya menonton YouTube atau scroll media sosial.
KESIMPULAN
- Jika kalian menginginkan layanan yang harus selalu bisa diakses dengan alamat IP yang tetap sama, maka kalian memakai IP statis.
- Jika kalian hanya pengguna biasa yang menginginkan browsing dengan praktis, murah, dan aman, maka kalian memakai IP dinamis.
DAFTAR PUSTAKA
.png)