LATAR BELAKANG
Dalam dunia networking, khususnya instalasi Fiber to the Home (FTTH), tantangan utama seorang teknisi bukan hanya soal membentang kabel, tapi bagaimana menjaga Budget Power. Sinyal cahaya dari OLT memiliki batas kekuatan; setiap kali kita memasang splitter, sinyal akan melemah (redaman bertambah).
Jika kita memaksakan puluhan ODP (Optical Distribution Point) hanya pada satu port SFP, sinyal akan "tekor" atau terlalu redup saat sampai ke rumah pelanggan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembagian beban yang matang agar internet tetap stabil dan tidak sering putus (LOS).
CONTOH SOAL
Jumlah ODP disesuaikan dengan tanggal lahir masing-masing kecuali yang tanggal lahirnya kurang dari sama dengan 10 ditambah 1. Boleh menggunakan dua SFP. Redaman akhir -13 sampai -24 dBm.
Nah karena di sini tanggal lahir saya 27, saya memiliki target 27 ODP. Tetapi dalam membangun jaringan, kita mengenal istilah "Budget Power". Semakin banyak kita membagi kabel (splitting), semakin lemah sinyalnya. Inilah alasan saya bagi menjadi dua jalur:
Perhitungan
Yang pertama saya memilih menggunakan SFP dengan daya +7 dBm sebagai tenaga besarnya dan melewati tiga tahap splitter (1:4, 1:4, 1:8).
- Splitter tahap awal saya bagi menggunakan 1:4 = +7 + (-8) = -1 dBm.
- Lalu saya bagi lagi 1:4 = -1 + (-8) = -9 dBm.
- Dan terakhir saya bagi untuk customer 1:8 = -9 + (-10) = -19 dBm.
- Jadi saya memiliki 16 ODP dan 128 customer dengan hasil redaman akhir -19 dBm.
Nah pada SFP kedua ini saya menggunakan SFP dengan daya +5 dBm sebagai penyeimbang dan mempunyai 2 Blok (misalnya Blok A dan B).
- Pada Blok A, pertama saya bagi 1:8 = +5 + (-10) = -5 dBm.
- Lalu saya bagi lagi untuk customer 1:16 = -5 + (-14) = -19 dBm.
- Menghasilkan 7 ODP, karena 1 nya saya jadikan ODC untuk dapat terhubung ke Blok B . Saya memiliki 112 customer dengan hasil redaman akhir -19 dBm.
- Pada Blok B, pertama saya bagi 1:4 = -5 + (-8) = -13 dBm.
- Lalu saya bagi lagi untuk customer 1:8 = -13 + (-10) = -23 dBm.
- Menghasilkan 4 ODP dan 32 customer dengan hasil redaman akhir -23 dBm.
HASIL AKHIR
Saya menggunakan dua SFP yaitu SFP +7 dan SFP +5 agar dapat mencapai target saya 27 ODP karena kalau pake satu SFP tidak akan kuat pembagian bebannya. Pada SFP +7 saya mempunyai 16 ODP dan 112 customer. Dan pada SFP +5 saya mempunyai 11 ODP dengan dua jalur yaitu Blok A ada 7 ODP dan 112 customer sementara Blok B ada 4 ODP dan 32 customer.
KESIMPULAN
Membangun jaringan untuk 27 ODP tidak bisa mengandalkan satu SFP karena risiko redaman tinggi. Penggunaan dua SFP adalah solusi paling cerdas untuk menjaga kestabilan sinyal (load balancing). Dengan perhitungan yang tepat, kita bisa mendapatkan kapasitas pelanggan yang maksimal tanpa mengorbankan kualitas koneksi.
.png)